Fake Orgasm, Orgasme Palsu Untuk Suami

Posted on August 15, 2008. Filed under: Orgasme, Tips | Tags: , , , , |

Fake orgasme, berpura-pura mengalami orgasme banyak dilakukan istri untuk menyenangkan hati suami. Dari survei kondom durex, ada 80% wanita fake orgasm dan 39% diantaranya bahkan tidak pernah mengalami orgasme ketika berhubungan seks.

Menurut Zoya Dianaesthika Jusung MPsi, Fake Orgasm adalah cara wanita untuk tidak membuat suaminya kecewa. Dalam kasus tersebut, si wanita yang melakukan fake orgasm pastilah rugi. Selain si wanita tidak dapat meraih orgasme yang sesungguhnya dia juga menipu dirinya sendiri dan suaminya.

Hal yang paling baik untuk menangani masalah disfungsi ereksi adalah dengan komunikasi yang lebih intim. “Wanita melakukan fake orgasm akan rugi sendiri. Berpura-pura orgasme artinya selain menipu dirinya, dia juga telah menipu pasangannya. Banyak wanita yang merasa dengan tidak mengomunikasikan fake orgasm akan menambah kepercayaan diri pasangannya, padahal sebenarnya tidak,” ungkap konsultan seks dari Lembaga Penelitian Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, itu.

Kasus orgasme palsu di antaranya sering ditemukan pada wanita yang memiliki pasangan pengidap disfungsi ereksi (DE). Bukan rahasia lagi bila problem ereksi dapat menyebabkan wanita menjadi sulit terpuaskan sehingga untuk menghindari ketersinggungan saat beraksi di ranjang tak jarang wanita harus berpura-pura orgasme dan menyimpan rahasia ini dalam hatinya.

Zoya menyarankan, tindakan berpura-pura orgasme sebaiknya dihindari dan diganti dengan pendekatan yang lebih intim melalui komunikasi dan keterbukaan dengan pasangan. Dalam mengomunikasikan perihal seks, baik pria atau wanita sebaiknya menyampaikannya dengan cara asertif, tidak saling menyinggung atau menyakiti satu sama lain.

“Cara penyampaian yang tidak menyakiti ini sangat penting. Misalnya, jangan sampai (seorang wanita) bilang ‘Ah kamu jelek sekali, ah main kamu loto kurang nendang’. Besok-besok, si pria akan makin lemah karena tidak percaya diri,” ujarnya.

Agar seks bisa dinikmati bersama, pasangan bisa berkomunikasi untuk saling memahami. Ada baiknya pula, setia pasangan menggunakan masa afterplay atau sesaat setelah aktivitas seks untuk dijadikan kesempatan berkomunikasi. “Saat afterplay dimanfaatkan untuk saling terbuka mengenai pengalaman seksual yang baru terjadi. Dan bagi para wanita jangan merasa malu untuk mengungkapkan apa yang dirasakan saat berhubungan dan apakah Anda mencapai orgasme atau tidak,” ujarnya.

Ia menegaskan, pada prinsipnya pria dan wanita memiliki hak yang sama dalam mendapat kepuasan dan kenikmatan saat berhubungan seks. Kenikmatan dan kepuasan, lanjut Zoya, sebenarnya memiliki makna berbeda dalam konteks seks.

Kenikmatan seks pada umumnya berkaitan dengan hal genital seperti rangsangan pada satu titik tertentu pada tubuh. Sementara kepuasan menyangkut masalah psikologi setiap individu.

Asep Candra – Kompas.com

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

2 Responses to “Fake Orgasm, Orgasme Palsu Untuk Suami”

RSS Feed for Program Pelatihan Penis Sehat Untuk Pria Comments RSS Feed

[…] Ejakulasi dini adalah keluhan terbanyak wanita terhadap pria. Banyak wanita melakukan fake orgasm untuk menyenangkan hati suaminya tetapi tidak sedikit wanita yang terang-terangan memprotes dan […]

[…] menjadi soal, asalkan suaminya bahagia dia pun ikut senang. Bahkan terkadang, sang istri melakukan fake orgasm atau berbohong telah mencapai […]


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: